PROFIL PERUSAHAAN

PT.TRIDA KIMIA SAKTI adalah satu perusahaan nasional yang sedan berkembang yang bergerak dibidang (agrochemical) untuk penanganan hama penyakit pertanian dan perkebunan secara menyeluruh dalam upaya untuk memberikan kontribusi terhadap masyarakat pertanian indonesia pada umumnya sehingga para petani sejahtera dalam hidup dan penghidupannya.

Dengan produk produk andalan yang di pasarkannya , TRIDA GROUP ingin menjadi perusahaan nasional yang tidak hanya menyediakan produk produk berkualitas , lebih dari itu , TRIDA GROUP bertekad untuk mengembangkan usaha dan pelanggannya dalam waktu yang bersamaan dengan memberikan pendidikan jangka panjang bagi para stakeholdernya.

Sejak berdiri tahun 2001 dibidang distribusi kimia pertanian, dan dalam jangka kurun waktu kurang lebih 9 tahun, TRIDA GROUP telah menyediakan 9 produk unggulan ditambah dengan beberapa produk baru (7 produk) , yang siap memberikan solusi untuk masalah pertanian dan perkebunan Indonesia dan sampai sekarang TRIDA GROUP telah mendistribusikan produk unggulan ke beberapa wilayah Indonesia dan sampai saat ini lebih dari 45 orang yang tersebar di seluruh wilayah indonesia.

Tampilkan postingan dengan label FUNGISIDA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FUNGISIDA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Oktober 2015

Tricure 430 SC ( FUNGISIDA )









                                                            Tricure 30 SC
                                                           ( FUNGISIDA )

                                                  Penyakit Terkendali , Produksi Tinggi 


Terdapat dalam 2 kemasan : 
  • Tricure 430 SC ( 100 ml )
  • Tricure 430 SC ( 250 ml )

Manfaat Produk TRICURE 430 SC : 
Fungisida sistemik racun kontak yang bersifat fungitoksik berbentuk pekatan suspensi untuk mengendalikan penyakit hawar daun Phytophthora infestans pada tanaman kentang.

Petunjuk Penggunaan TRICURE 430 SC :
1. pada tanaman KENTANG
Organisme Sasaran       : Hawar Daun Phytophthora infestans
Konsentrasi Formulasi  : 2 ml/l
Waktu Penyemprotan    : Apabila sudah ada gejala serangan penyakit , penyemprotan volume tinggi ( 200 - 400 l/ha ). pada pagi dan sore hari.
  

Hawar Daun Pada tanaman Kentang 

Hawar Daun Pada tanaman Padi

Hawar Daun pada tanaman tomat 
 
Pembususukan pada batang tanaman cabai , tomat , kentang.
 

Brosur :

Selasa, 22 September 2015

Tridazeb 80 WP (FUNGISIDA)







                                                                                                    Tridazeb 80 WP
                                                            (FUNGISIDA)

                                        Fungisida Mankozeb Pilihan Petani


Tersedia dalam bentuk 4 kemasan :
  • Tridazeb 80 WP (500 gram)
  • Tridazeb 80 WP (1000 gram)
  • Tridazeb 80 WP (5000 gram)
  • Tridazeb 80 WP (25000 gram)

Spesifikasi :
Fungisida yang bersifat protektif yang dapat disuspensikan untuk mengendalikan bercak ungu pada tanaman bawang merah.

Manfaat Produk :
Fungisida yang bersifat protektif yang dapat disuspensikan untuk mengendalikan bercak ungu ALTERNARIA PORRI  pada tanaman bawang merah.

Petunjuk Penggunaan :
* Pada Tanaman BAWANG MERAH
  - Organisme Sasaran : Penyakit Bercak Ungu ALTERNARIA PORRI  
 - Waktu penyemprotan : Penyemprotan Volume tinggi pada saat timbul gejala penyakit bercak ungu ALTERNARIA PORRI
 - Konsentrasi Formulasi : 2 g/l


 


  


Brosur :




Rabu, 09 September 2015

Tridanil 50 WP (FUNGISIDA)



                                                Tridanil 50 WP
                                                  (FUNGISIDA)

                                            UNGGULAN DALAM MENYEHATKAN TANAMAN

Tersedia dalam 3 kemasan :
  • Tridanil 50 WP ( 100 gram )
  • Tridanil 50 WP ( 200 gram )
  • Tridanil 50 WP ( 400 gram )

Manfaat Produk TRIDANIL 50 WP :
Fungisida yang bersifat protektif dan kuratif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan untuk mengendalikan penyakit busuk daun Ohytophthora infestans pada tanaman kentang.

Petunjuk Penggunaan Produk TRIDANIL 50 WP :
- Tanaman KENTANG
organisme sasaran : Penyakit busuk daun (Phytophthora infestans)
konsentrasi formulasi : 2 g/l
cara dan waktu aplikasi :
penyemprotan volume tinggi pada saat gejala penyakit busuk daun pada tanaman kentang.

Penyakit Busuk Daun pada KENTANG

Penyakit busuk buah pada CABAI

Penyakit busuk daun / batang pada TOMAT
  
Penyakit buah pada KAKAO
   

Brosur :
  

Selasa, 08 September 2015

Tridazol 150/150 EC (FUNGISIDA)


                                                     Tridazol 150/150 EC 
                                                        (FUNGISIDA)

                                             FUNGISIDA SISTEMIK DAN ZAT PENGATUR TUMBUH TANAMAN


Kemasan terdiri dari 4 macam :
  • Tridazol 150/150 EC ( 80 ml )
  • Tridazol 150/150 EC ( 100 ml )
  • Tridazol 150/150 EC ( 200 ml )
  • Tridazol 150/150 EC ( 500 ml )


Manfaat Produk TRIDAZOL 150/150 EC :
  • Merupakan fungisida sistemik dan zat pengatur tumbuh tanaman. termasuk fungisida dari golongan Tridazol.
  • fungisida ini cocok di gunakan untuk mengendalikan penyakit busuk upih pada padi , penyakit bercak daun pada jagung dan penyakit bercak ungu pada bawang merah serta menungkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi.

Keunggulan Produk TRIDAZOL 150/150 EC :
  • Mengandung dua bahan aktif, yaitu difenokonazol 150 g/l dan propikonazol 150 g/l. Perpaduan antara dua bahan aktif yang bersifat sebagai fungisida dan ZPT ini dapat meningkatkan produksi tanaman dan kualitas panen. 
  • Sebagai zat pengatur tumbuh tanaman untuk meningkatkan hasil panen melalui kondisi tanaman yang sehat.
  • Mendorong perkembangan nya jumlah gabah yang lebih banyak dibandingkan kontrol. Melindungi hasil panen (yield) dan kualitas tanaman.
  • Sangat efektif mengendalikan penyakit bercak daun pada padi.


Petunjuk Penggunaan TRIDAZOL 150/150 EC :   
- PADI 
organisasi sasaran : Penyakit Bias (Pyricularia oryzae)
konsentrasi formulasi : 1 ml/l
waktu penyemprotan : penyemprotan volume tinggi pada saat gejala penyakit bias (Pyricularia oryzae)

Rekomendasi Penggunaan TRIDAZOL 150/150 EC :
1. Padi : 
Penyakit busuk upih Rhizoctonia solani. meningkatkan pertumbuhan. meningkatkan jumlah anakan. meningkatkan hasil gabah per rumpun. meninggkatkan hasil gabah per hektar. meningkatkan persen gabah  isi.

2. JAGUNG :
Penyakit Bercak daun Helminthosporium maydis.


membasmi hama pada tanaman :
1. Padi

2. Jagung

 3. Cabai
 

  4. Melon
 

Membasmi Hama :
1. Pada Tanaman PADI / Penyakit Bias (PYRICULARIA ORYZAE)
 
2. Pada Tanaman JAGUNG / Penyakit Bercak Daun (HELMINTHOSPORIUM MAYDIS)




                                 ----- PENYAKIT TUNTAS PRODUKSI PUAS-----


Brosur :


 

Senin, 07 September 2015

Tridacol 70 WP ( FUNGISIDA )



                                                     Tridacol 70 WP
                                                      (FUNGISIDA)

Fungisida protektif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan untuk mengendalikan penyakit tanaman


Spesifikasi :
  • Tridacol adalah fungisida kontak dan bekerja cepat, sesuai untuk pengendalian penyakit secara protektif. menghambat perkecambahan spora melalui berbagai sisi sel pada spora.
  • Tridacol adalah fungisida yang berspectrum luas mengendalikan penyakit penting yang disebabkan oleh cendawan pytophtora, alternaria, coletotrichum, perenospora dan cercospora.

Tersedia dalam 2 kemasan :
  • Tridacol 70 WP ( 250 gram )
  • Tridacol 70 WP ( 1000 gram )

Manfaat Produk TRIDACOL 70 WP : 
Untuk pencegahan , efektif mengatasi terjadinya gangguan penyakit terhadap tanaman yang masih sehat. Apabila tanaman sudah terserang berbagai jenis penyakit, fungisida ini dengan cepat bekerja mengatasinya.

Fungisida ini dapat mengatasi berbagai jenis penyakit pada berbagai jenis tanaman seperti tanaman :
  • Kentang
  • cabai
  • bawang merah
  • kubis
  • tomat
  • tembakau
  • teh
  • kacang tanah
  • padi sawah

Petunjuk Penggunaan TRIDACOL 70 WP :
- KENTANG
organisme sasaran : Penyakit Busuk Daun (Phytophthora infestans)
konsentrasi Formulasi : 4 g/l
waktu penyemprotan : penyemprotan dilakukan jika ditemukn bercak aktif persepuluh tanaman dengan interval 5-7 hari.

Rekomendasi :
  • Cabai : Antraknosa Colletotrichum capsici dosis 3 g/l. aplikasi pada gejala yang timbul atau pada bagian tumbuhnya buah , dengan interval 7 hari. campur dengan BENDAS 50 WP untuk mendapatkan hasil lebih efektif ( Tridacol 3 g/l + Bendas 50 WP 0,5 g/l)
  • Bawang Merah : Alternaria porri dosis 3 g/l. aplikasikan pada gejala yang timbul dengan interval 5-7 hari. campur dengan BENDAS 50 WP untuk mendapatkan hasil lebih efektif (tridacol 3 g/l + bendas 50 wp p,3 g/l)
  • Tomat : Late Blight Phytophthora infestans 1,5 - 2,5 kg/ha. aplikasikan pada gejala yang timbul, dengan interval 5-7 hari atau tergantung level kerusakan. Tridacol dapat di pergunakan hanya satu kali bila level infeksinya masih rendah, mediun atau dalam tahap vegetatif, namun bila sudah sampai tahap infeksi parah/generatif, tridacol lebih baik dicampur dengan TRYMEXYL 8/64 WP takaran konsentrasi TRIDACOL 3 g/l + TRYMEXYL 2-3 g/l.

Melindungi Hama penyakit dari tanaman :
1. Padi Sawah


    
  





 

2.Kentang


















3. Cabai






















4. Tomat
























5. Bawang Merah



















6. Kubis






















7. Kacang Tanah



















8. Tembakau
















Melindungi Tanaman dari gangguan penyakit ....



Brosur :

 

Kamis, 03 September 2015

Trymexyl 8/64 WP ( FUNGISIDA SISTEMIK )





                                                                        Trymexyl 8/64 WP
                                                                    (FUNGISIDA SISTEMIK)

                             Fungisida dengan kekuatan ganda siap mengendalikan penyakit tanaman.

Kemasan ada 2 Macam :
1. Trymexyl 8/64 WP ( 100 gram )
2. Trymexyl 8/64 WP ( 500 gram )

Manfaat Produk :
  • Trymexyl 8/64 WP adalah fungisida sistemik berbentuk tepung yang mengandung dua jenis bahan aktif , dapat diemulsikan dalam air dengan sempurna.
  • Trymexyl 8/64 WP dapat terserap dan menyebar keseluruh jaringan tanaman
  • Trymexyl 8/64 WP memiliki kemampuan mengendalikan berbagai penyakit tanaman yang disebabkan berbagai jenis jamur sebelum dan setelah gejala penyakit muncul.

Fungisida sistemik untuk pencegahan dan pengendalian penyakit akibat jamur pada :
  • kentang
  • tembakau
  • teh
  • apel
  • padi
  • tomat
  • semangka
  • melon
  • jagung
  • padi gogo
  • timun
  • cengkeh
  • anggur
  • kacang panjang
  • kacang hijau
  • cabai merah
  • bawang merah
  • bawang putih
  • jeruk
  • kacang tanah

Petunjuk Penggunaan Produk :
1. KENTANG
penyakit : busuk daun (Phythopthora infestans)
konsentrasi : 1 - 2 g/l

2. TEMBAKAU
penyakit : penyakit rebah batang (Phythium sp) , 
                  penyakit persemaian (Rhizoctonia sp), 
                  karat daun (Sclerotia),
                  bercak coklat.
konsentrasi : 1 - 1,5 kg/ha

3. TEH
penyakit : penyakit cacar daun (Phylosticta sp)
konsentrasi : 1 - 2 g/l

4. TOMAT
penyakit : penyakit busuk daun (Phytophthora infestans),
                  bercak daun (Alternaria solani)
konsentrasi : 1 - 2 g/l

5. MELON
penyakit : karat daun (Sclerotia)
                  penyakit tepung putih (Plasmophora viticola)
                  penyakit embun bulu (Pseudoperonospora cubensis)
konsentrasi : 1 - 1,5 g/l

6. SEMANGKA
penyakit : karat daun (Sclerotia)
                  Penyakit tepung putih (Plasmophora viticola)
                  penyakit embun bulu (Pseudoperonospora cubensis)

7. TIMUN
penyakit : penyakit tepung putih (Plasmophora viticola)
konsentrasi : 1,4 - 2 g/l

8. CENGKEH
penyakit : penyakit cacar daun (Phylosticta sp)
konsentrasi : 1 g/l

9. ANGGUR
penyakit : penyakit tepung putih (Plasmophora viticola)
konsentrasi : 1 - 2 g/l

10. CABAI MERAH
penyakit : penyakit bercak daun (Cercospora capsici)
konsentrasi : 1 - 2 g/l

11. BAWANG MERAH
penyakit : penyakit bercak ungu (Alternaria porri)
konsentrasi : 2 g/l

12. BAWANG PUTIH
penyakit : penyakit bercak ungu (Alternaria porri)
konsentrasi : 1 -2 g/l

13. KACANG PANJANG
penyakit : penyakit bercak daun (cercospora cruenta)
konsentrasi : 0,5 - 1 kg/ha

14. KACANG HIJAU
penyakit : penyakit kudis (Elsinoe sp)
konsentrasi : 2 - 3 g/l

15. JAGUNG
penyakit : penyakit busuk pelepah (Rhizoctonia solani)
konsentrasi : 0,2 - 0,5 ml/l

16. KACANG TANAH
penyakit : penyakit bercak daun (Cercospora sp)
konsentrasi : 1 - 2 g/l

17. JERUK
penyakit : penyakit jamur tepung (Oidium sp)
konsentrasi : 0,5 - 1 g/l

18. APEL
penyakit : penyakit tepung putih (Oidium sp)
konsentrasi : 0,5 - 1 g/l

19. PADI
penyakit : penyakit busuk pelepah (Rhizoctonia solani)
konsentrasi : 0,5 - 1 g/l

20. PADI GOGO
penyakit : penyakit blast (Pyricularia oryzae)
konsentrasi : 1 - 2 g/l




  
 




Brosur :




Senin, 31 Agustus 2015

Bendas 50 WP ( FUNGISIDA SISTEMIK )

                                 

                                   Bendas 50 WP 
                          (FUNGISIDA SISTEMIK)

Mengendalikan Penyakit Pada Tanaman


Spesifikasi :
Karbendazim bekerja secara sistemik dan mempunyai tingkat aplikasi yang luas untuk berbagai tanaman misalnya pada sayuran serelia dan buah buahan.



Kemasan ada 3 Macam :
- Bendas 50 WP ( 100 gram )
- Bendas 50 WP ( 250 gram )
- Bendas 50 WP ( 500 gram )
 

Mengendalikan Penyakit Tanaman : 
  • Padi : Karat Daun , Busuk Pelepah & Jamur Bulir
  • Cabai : Busuk Buah
  • Tomat : Black Spot ( jamur Hitam )
  • Karet : Busuk Bidang Sadap
  • Tembakau : Busuk Daun
  • Semangka : Karat Daun , Busuk Batang , Busuk Akar
  • Pare : Busuk Akar
  • Sayuran : Karat dan Busuk Daun
  • Perlakuan benih ( Imunisasi ) padi , Bawang Merah , Jagung , kedelai , dll



Manfaat Produk :
  1. Bendas 50 WP adalah fungisida sistemik dengan aksi perlindungan dan penyembuhan. Fungisida ini secara sistemik akan terserap pada akar maupun jaringan hijau tanaman.
  2. Bendas 50 WP dapat digunakan untuk mencegah penyakit pada tanaman buah - buahan , sayur-sayuran , biji-bijian , berbagai jenis bunga , padi , kapas , pembusukan pada bidang sadap karet dan untuk perlakuan benih sebelum ditanam.
  3. Bendas 50 WP dapat digunakan untuk mencegah penyakit pada padi , seperti : karat daun , busuk pelepah , jamur bulir.
  4. Bendas 50 WP dapat digunakan untuk mencegah pembusukan pada buah-buahan segar di penyimpanan dingin dengan konsentrasi 0,3-0,5 g/l , sehingga dapat memperpanjang umur penyimpanan buah.
  5. Untuk perlakuan benih digunakan dosis 0,6-0,8 g/kg benih untuk mencegah penyakit : Tilletia , Ustilago , Fusarium dan Septoria pada biji-bijian , untuk mencegah penyakit Rhizoctonia pada tanaman kapas.



Petunjuk Penggunaan Produk :
- CABAI 
Penyakit : Patek / Antraknosa Colletotrichum capsici  
Dosis / Konsentrasi : 0,375 - 0,75 g/l
Waktu Aplikasi : Penyemprotan Volume Tinggi

- KARET
Penyakit : Penyakit Bidang Sadap ( Ceratocystis nicotinidae)
Dosis / konsentrasi : 100 g/l
Waktu aplikasi : Dioleskan Pada Bidang Sadap Yang terserang

- TEMBAKAU
Penyakit : Cercospora nicotinidae
Dosis / Konsentrasi : 1 kg/ Ha
Waktu Aplikasi : Penyemprotan Volume Tinggi

- SAYURAN
Penyakit : Penyakit Epidemis
Dosis / Konsentrasi : 1-1,5 kg/Ha
Waktu Aplikasi : Penyemprotan Volume Tinggi

- ANGGUR
Penyakit : Scelerotia
Dosis / Konsentrasi : 1-1,5 kg/Ha
Waktu Aplikasi : Penyemprotan Volume Tinggi

- PADI
Penyakit : Karet Daun / Sclerotia
Dosis / Konsentrasi : 1-1,5 kg/Ha
Waktu Aplikasi : Penyemprotan Volume Tinggi

- PERLAKUAN BENIH : kacang tanah , kedelai , kapas , cabai , bawang , dll
Penyakit : Blast , antraknose , stemrod, septoria, fusarium, pseudocercosporella, sclerotia, alternaria, cylindrosporium, uncinula, botriytis clodosporium, venturia dan manilia.
Waktu Aplikasi : 0,6-0,8 g/kg benih dicampur rata.








Brosur :