PROFIL PERUSAHAAN

PT.TRIDA KIMIA SAKTI adalah satu perusahaan nasional yang sedan berkembang yang bergerak dibidang (agrochemical) untuk penanganan hama penyakit pertanian dan perkebunan secara menyeluruh dalam upaya untuk memberikan kontribusi terhadap masyarakat pertanian indonesia pada umumnya sehingga para petani sejahtera dalam hidup dan penghidupannya.

Dengan produk produk andalan yang di pasarkannya , TRIDA GROUP ingin menjadi perusahaan nasional yang tidak hanya menyediakan produk produk berkualitas , lebih dari itu , TRIDA GROUP bertekad untuk mengembangkan usaha dan pelanggannya dalam waktu yang bersamaan dengan memberikan pendidikan jangka panjang bagi para stakeholdernya.

Sejak berdiri tahun 2001 dibidang distribusi kimia pertanian, dan dalam jangka kurun waktu kurang lebih 9 tahun, TRIDA GROUP telah menyediakan 9 produk unggulan ditambah dengan beberapa produk baru (7 produk) , yang siap memberikan solusi untuk masalah pertanian dan perkebunan Indonesia dan sampai sekarang TRIDA GROUP telah mendistribusikan produk unggulan ke beberapa wilayah Indonesia dan sampai saat ini lebih dari 45 orang yang tersebar di seluruh wilayah indonesia.

Senin, 07 September 2015

Sildok 50 EC ( INSEKTISIDA )




                                                                                                                      Sildok 50 EC
                                                                                     ( INSEKTISIDA)

                                                                         PILIHAN TEPAT ATASI ULAT

                            Insektisida racun kontak dan lambung untuk mengendalikan hama tanaman. 

Spesifikasi :
  • Insektisida golongan sintetik piretroid untuk mengendalikan terutama hama pengunyah seperti larva Lepidoptera beberapa species kumbang dan serangga tanah juga terhadap hama penghisap seperti kutu daun (aphis sp) 

Tersedia dalam 2 bentuk kemasan :
  •  Sildok 50 EC ( 100 ml )
  • Sildok 50 EC ( 500 ml )

Insektisida lambung dan kontak untuk mengendalikan tanaman : 
  • Padi
  • Bawang Merah
  • Bawang Putih
  • Cabai
  • Tomat 
  • Jagung
  • Jeruk
  • Kacang Panjang
  • Lada
  • Teh
  • Tembakau 
  • Kelapa sawit
  • kopi
  • Kubis
  • Semangka
  • Melon
  • Kedelai
  • Kacang Merah
  • Kakao

Petunjuk penggunaan sildok 50 EC :
1. Tanaman CABAI
hama : ulat grayak ( Spodoptera litura )
konsentrasi / Formulasi.
cara dan waktu aplikasi :
Pemyemprotan volume tinggi.aplikasi dilakukan populitas atau intensitas serangan hama telah mencapai ambang pengendaliannyaa sesuai rekomendasi setempat.

Ulat Grayak :











Walang sangit







Lalat Buah










Brosur :









Kamis, 03 September 2015

Tridamex 36 EC ( INSEKTISIDA )

                                                   Tridamex 36 EC
                                                    (INSEKTISIDA)

                  DOSIS RENDAH DAYA KERJA CEPAT

Insektisida dan akarisida bersifat racun kontak & lambung untuk mengendalikan hama tanaman.

Spesifikasi :
  • Dengan bahan aktif abamektin 36 g/l , merupakan insektisida dan akarisida yang memiliki daya kerja sebagai racun kontak dan lambung , bersifat sistemik dan translaminar.
  • Dengan kandungan bahan aktif abamektin 36 g/l merupakan golongan insektisida baru yang berbeda dari golongan insektisida yang sudah ada, sehingga dapat mengendalikan hama yang sudah kebal terhadap golongan insektisida lain. 

Tersedia dalam 5 kemasan :
1. Tridamex 36 EC ( 50 ml )
2. Tridamex 36 EC ( 100 ml )
3. Tridamex 36 EC ( 200 ml )
4. Tridamex 36 EC ( 500 ml )
5. Tridamex 36 EC ( 1000 ml )


Manfaat Produk TRIDAMEX 36 EC :
  • Bekerja sebagai racun kontak dan lambung diserap secara translaminar keseluruh jaringan tanaman sehingga dapat memberikan perlindungan kepada tanaman lebih baik.
  • Mengendalikan berbagi jenis kutu tanaman seperti berbagai jenis kutu daun (Aphis gossypii, Myzus persicae), kutu kebul (Bemisa tabaci) dan Thrips (Thrips palmi) yang menyerang tanaman sayuran cabai , tomat , kentang , tanaman palawija , buah - buahan dan perkebunan.
  • Mengendalikan serangga perusak daun seperti ulat (Plutella xylotella) pada tanaman kubis, penggulung pucuk daun (Aspayresia luecostoma) pada tanaman teh, lalat buah (Dacu ferugireus) pada tanaman tomat dan cabai.

Petunjuk Penggunaan TRIDAMEX 36 EC :
- CABAI
hama : Ulat Grayak ( Spodoptera litura)
konsentrasi formulasi : 0,75 - 1 ml/l
cara dan waktu aplikasi :
penyemprotan volume tinggi. aplikasi dilakukan populasi atau intensitas serangan hama telah mencapai ambang pengendaliannya sesuai rekomendasi setempat.

Mengendalikan hama tanaman :
1. Kentang


  

 







2. Cabai


















3. Tomat




















4. Bawang Merah












5. Padi Sawah














Mengendalikan hama :
1. Thrips sp
















2. wereng padi













3. Ulat Daun Kubis














4. Penggerek Batang / Sundep/ Beluk







HAMA TAK BERDAYA 
                       PETANI PANEN RAYA 



Brosur :

Trymexyl 8/64 WP ( FUNGISIDA SISTEMIK )





                                                                        Trymexyl 8/64 WP
                                                                    (FUNGISIDA SISTEMIK)

                             Fungisida dengan kekuatan ganda siap mengendalikan penyakit tanaman.

Kemasan ada 2 Macam :
1. Trymexyl 8/64 WP ( 100 gram )
2. Trymexyl 8/64 WP ( 500 gram )

Manfaat Produk :
  • Trymexyl 8/64 WP adalah fungisida sistemik berbentuk tepung yang mengandung dua jenis bahan aktif , dapat diemulsikan dalam air dengan sempurna.
  • Trymexyl 8/64 WP dapat terserap dan menyebar keseluruh jaringan tanaman
  • Trymexyl 8/64 WP memiliki kemampuan mengendalikan berbagai penyakit tanaman yang disebabkan berbagai jenis jamur sebelum dan setelah gejala penyakit muncul.

Fungisida sistemik untuk pencegahan dan pengendalian penyakit akibat jamur pada :
  • kentang
  • tembakau
  • teh
  • apel
  • padi
  • tomat
  • semangka
  • melon
  • jagung
  • padi gogo
  • timun
  • cengkeh
  • anggur
  • kacang panjang
  • kacang hijau
  • cabai merah
  • bawang merah
  • bawang putih
  • jeruk
  • kacang tanah

Petunjuk Penggunaan Produk :
1. KENTANG
penyakit : busuk daun (Phythopthora infestans)
konsentrasi : 1 - 2 g/l

2. TEMBAKAU
penyakit : penyakit rebah batang (Phythium sp) , 
                  penyakit persemaian (Rhizoctonia sp), 
                  karat daun (Sclerotia),
                  bercak coklat.
konsentrasi : 1 - 1,5 kg/ha

3. TEH
penyakit : penyakit cacar daun (Phylosticta sp)
konsentrasi : 1 - 2 g/l

4. TOMAT
penyakit : penyakit busuk daun (Phytophthora infestans),
                  bercak daun (Alternaria solani)
konsentrasi : 1 - 2 g/l

5. MELON
penyakit : karat daun (Sclerotia)
                  penyakit tepung putih (Plasmophora viticola)
                  penyakit embun bulu (Pseudoperonospora cubensis)
konsentrasi : 1 - 1,5 g/l

6. SEMANGKA
penyakit : karat daun (Sclerotia)
                  Penyakit tepung putih (Plasmophora viticola)
                  penyakit embun bulu (Pseudoperonospora cubensis)

7. TIMUN
penyakit : penyakit tepung putih (Plasmophora viticola)
konsentrasi : 1,4 - 2 g/l

8. CENGKEH
penyakit : penyakit cacar daun (Phylosticta sp)
konsentrasi : 1 g/l

9. ANGGUR
penyakit : penyakit tepung putih (Plasmophora viticola)
konsentrasi : 1 - 2 g/l

10. CABAI MERAH
penyakit : penyakit bercak daun (Cercospora capsici)
konsentrasi : 1 - 2 g/l

11. BAWANG MERAH
penyakit : penyakit bercak ungu (Alternaria porri)
konsentrasi : 2 g/l

12. BAWANG PUTIH
penyakit : penyakit bercak ungu (Alternaria porri)
konsentrasi : 1 -2 g/l

13. KACANG PANJANG
penyakit : penyakit bercak daun (cercospora cruenta)
konsentrasi : 0,5 - 1 kg/ha

14. KACANG HIJAU
penyakit : penyakit kudis (Elsinoe sp)
konsentrasi : 2 - 3 g/l

15. JAGUNG
penyakit : penyakit busuk pelepah (Rhizoctonia solani)
konsentrasi : 0,2 - 0,5 ml/l

16. KACANG TANAH
penyakit : penyakit bercak daun (Cercospora sp)
konsentrasi : 1 - 2 g/l

17. JERUK
penyakit : penyakit jamur tepung (Oidium sp)
konsentrasi : 0,5 - 1 g/l

18. APEL
penyakit : penyakit tepung putih (Oidium sp)
konsentrasi : 0,5 - 1 g/l

19. PADI
penyakit : penyakit busuk pelepah (Rhizoctonia solani)
konsentrasi : 0,5 - 1 g/l

20. PADI GOGO
penyakit : penyakit blast (Pyricularia oryzae)
konsentrasi : 1 - 2 g/l




  
 




Brosur :




Rabu, 02 September 2015

Trisagra 30 EC ( INSEKTISIDA )

                                        Trisagra 30 EC
                                        (INSEKTISIDA)

- Insektisida sistemik bersifat racun kontak & perut berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan dalam air.
- digunakan untuk mengendalikan serangga hama berbagai jenis tanaman.
- mencegah telur seranga agar tidak menetas.




Spesifikasi :
  • Insektisida sistemik untuk aplikasi pada daun dan tanah guna mengendalikan hama penghisap.
  • Mempunyai sifat sistemik yang sangat baik.
  • Bekerja sebagai racun kontak dan lambung
 
Kemasan ada 3 Macam :
1. Trisagra 30 EC ( 100 ml )
2. Trisagra 30 EC ( 250 ml )
3. Trisagra 30 EC ( 500 ml )





Manfaat Produk :
  • Bekerja sebagai racun kontak perut dan sistemik , diserap dan menyebar ke seluruh jaringan tanaman sehingga dapat memberikan perlindungan kepada tanaman lebih baik. 
  • Dapat digunakan untuk mencegah agar telur serangga tidak menetas.
  • Mengendalikan serangga penghisap daun seperti berbagai jenis kutu daun (Aphis gossypii), (Myzus persicae), kutu kebul (Bemisia tabaci) dan Thrips (Thrips palmi) yang menyerang tanaman sayuran cabai , tomat , kentang , tanaman palawija , buah buahan dan perkebunan.
  • Mengendalikan serangga perusak daun seperti ulat (Plutella xylotella) pada tanaman kubis, penggulung pucuk daun ( Homona coffearia) pada tanaman teh , lalat buah ( Dacus ferugireus) pada tanaman tomat dan cabai dan serangga pemakan daun , berbagai jenis belalang , kumbang (Blissus leucopterus , Nezara viridula)
  
Petunjuk Penggunaan Produk :
A. CABAI
hama : kutu daun (Myzus persicae)
konsentrasi : 0,5 - 1 ml/l
waktu aplikasi : Apabila populasi atau intensitas serangan hama telah mencapai ambang pengendalian sesuai rekomendasi setempat.

B. KUBIS
hama : ulat perusak daun ( Plutella xylostella)
konsentrasi : 0,5 - 1 ml/l
waktu aplikasi : Apabila populasi atau intensitas serangan hama telah mencapai ambang pengendalian sesuai rekomendasi setempat.

C. TEH
hama : Penggulung Pucuk (Homona coffearia)
konsentrasi : 0,5 - 1 ml/l
waktu aplikasi : Apabila belum jelas hubungi pertanian yang berwenang. 











Kutu Kebul







Brosur :

 

Trigon 25 EC ( INSEKTISIDA )

                                     Trigon 25 EC
                                                ( INSEKTISIDA) 


Insektisida racun kontak dan lambung untuk mengendalikan hama ulat grayak pada tanaman. 


Spesifikasi :
  • Dengan kandungan bahan aktif lamda sihalotrin 25 g/l bekerja sebagai racun kontak dan racun lambung yang cepat mematikan serangga hama dengan merusak sistem syaraf.
  • Insektisida piretroid berspektrum luas dengan dosis penggunaan yang rendah untuk mengatasi serangan berbagai jenis hama tanaman mempunyai keunggulan : bekerja cepat sebagai racun kontak dan lambung , sehingga serangga hama akan segera mati apabila terkena langsung butiran semprot atau setelah menyentuh atau memakan daun atau bagian tanaman lainnya yang terkena butiran semprot.
  • Efektif mengendalikan berbagai jenis hama tanaman dengan dosis rendah.
 



Kemasan ada 3 Macam :
1. Trigon 25 EC ( 100 ml )
2. Trigon 25 EC ( 200 ml )
3. Trigon 25 EC ( 500 ml )


INSEKTISIDA lambung dan kontak untuk mengendalikan hama pada tanaman :
- Bawang Merah
- Bawang Putih
- Cabai
- Tomat
- Padi
- Padi Gogo
- Jagung
- Kubis
- Semangka
- Melon
- Kedelai
- Kacang Merah
- Kacang Panjang
- Lamtoro
- Lada
- Teh
- Tembakau
- Kacang Hijau
- Kelapa Sawit
- Jeruk
- Kopi
- Kakao
- Kapas


PILIHAN TEPAT UNTUK MENGENDALIKAN HAMA - HAMA :
  • Penggerek Batang
  • Ulat Penggerek Kacang Panjang
  • Ulat Api Pada kelapa sawit
  • Belalang Jagung
  • Ulat Pelipat Daun
  • Kutu Kebul Pada Kedelai
  • Ulat Grayak pada Cabai
  • Ulat Daun Bawang
  • Ulat Buah Pada Tomat
  • Kepinding Tanah
  • Kepik Hijau Kedelai
  • Ulat grayak kacang hijau
  • Walang Sangit
  • Penggerek Buah Kakao
  • Ulat Penggerek Pucuk Tembakau
  • Penghisap Daun teh


PETUNJUK PENGGUNAAN PRODUK :
- CABAI
hama : ulat grayak ( spodoptera litura ) , Trips ( thrips parvispinus), kutu daun (myzus persicae), tungau (tarsonemus translucens), lalat buah (dacus sp)
konsentrasi : 0,5 - 1 ml/l

- BAWANG PUTIH
hama : ulat grayak (spodoptera sp)
konsentrasi : 0,5 - 1 ml/l

- BAWANG MERAH
hama : ulat grayak (spodoptera exigua)
konsentrasi : 1 - 2 ml/l

- JAGUNG
hama : ulat grayak (spodoptera sp), perusak buah (heliothis sp), lalat bibit (atherigona exigua), belalang (locusta sp)
konsentrasi : 1 - 2 ml/l

- JERUK
hama : kutu loncat (diaphorina citri), penggerek daun (phylocnitis citrella), kutu daun (toxoptera citridus)
konsentrasi : 0,5 - 1 ml/l

- KACANG PANJANG
hama : kutu daun (aphos craccivora), penggerek polong (maruca testulalis), penghisap daun (empoasca sp)
konsentrasi : 0,5 - 1 ml/l

- KACANG MERAH
hama : penggorok daun (Liriomiza sp)
konsentrasi : 0,5 - 1 ml/l

- KACANG HIJAU
hama : lalat bibit (atherigona sp)
konsentrasi : 0,5 - 1 ml/l

- KAKAO
hama : ulat kilan (hyposidra talaca), penghisap buah (helopeltis antonii)
konsentrasi : 1 - 2 ml/l

- KAPAS 
hama : penggerek pucuk (heliothis sp), penggerek buah (earias sp), tungau (tetranychus sp)
konsentrasi : 0,5 - 1 l/ha

- KEDELAI
hama : ulat perusak daun (plusia chalcites), penggulung daun (lamprosema indicate), ulat grayak (spodoptera litura), penggerek polong (etiella zinckenella), kepik hijau (nezara viridula), lalat bibit ( agromyza sp), penghisap polong (riptortus linearis)
konsentrasi : 1 - 2 ml/l

- KELAPA SAWIT
hama : ulat api (thosea asigna), ulat api (setora nitens)
konsentrasi : 0,1 - 0,2 l/ha

- KUBIS
hama : ulat perusak daun (crocidolomia binotalis) serta (plutella xylostella)
konsentrasi : 1 - 2 ml/l

- LADA
hama : penghisap buah (dasynus piperis) , penghisap bunga (diplogomphus hewitti), bubuk buah (lophobaris piperis)
 konsentrasi : 0,5 - 1 ml/l

- LAMTORO
hama : kutu loncat (heteropsylla sp)
konsentrasi : 0,5 - 1 ml/l

- TEH
hama : penghisap daun (helopeltis sp), penghisap daun ( empoasca sp), tungau ( brevipalpus phoenicis)
konsentrasi : 0,1 - 0,2 l/ha

- TEMBAKAU
hama : kutu daun ( myzus persicae), kutu kebul (bemisia tabacci), penggerak pucuk (heliothis sp), ulat grayak (spodoptera litura), penggerak pucuk (helicoverpa sp)
konsentrasi : 0,5 - 1 l/ha

- TOMAT
hama : ulat buah (heliothis armigera), penggerek buah ( helicoverpa armigera)
konsentrasi : 0,5 - 1 ml/l

- KOPI
hama : kutu putih (planococcus citri)
konsentrasi : 1 - 2 ml/l

- MELON
hama : Trips ( Thrips sp)
konsentrasi : 1 - 2 ml/l

- SEMANGKA
hama : Trips ( thrips sp)
konsentrasi : 1 - 2 ml/l





























Brosur :